UA-64251474-1
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2016

Baram, Alkohol tradisional Asal Kalimantan

Dok. Eits, jangan salah fokus, Baram yang di botol bukan di
baskom.

Hai, Gaes! Lama tak bersua dan tiba-tiba datang dengan sebongkah berlian *hush* maksudnya bahasan yang agak ekstrim dikit. Hehe. Jadi ini adalah sepenggal cerita setahun lalu dari Kalimantan yang baru sempat ditulis. *Author cari alasan, padahal dia males*.

Oke, kita mulai dari sini. Kalian tau Tuak? Sepertinya ini jenis minuman tradisional yang dikenal dimana-mana a.k.a paling populer. Weit, sebelumnya saya mau meluruskan dulu, ini bukan artikel kampanye tentang minum minuman beralkohol atau sejenisnya, melainkan hanya sebuah kisah yang dibagi, sebatas pengetahuan umum saja, toh ternyata ini adalah warisan budaya Indonesia. Dan mengingat remaja-remaja masa kini lebih mengenal minuman beralkohol asal negeri gingseng dibandingkan dari dalam negeri sendiri.

Rabu, 27 Januari 2016

Aku Adalah Ilmuan yang Menemukan Diriku!

Source: Sini
Seorang ilmuan tidak pernah berputus asa. Itu yang bisa kupelajari dari seorang ilmuan. Mencoba dan terus mencoba adalah kebutuhan baginya. Putus asa? Rasanya itu seperti jurang hampa bagi mereka. Ilmuan itu tidak kenal putus asa, itu yang kutahu. Thomas Alfa Edisson saja pernah melakukan kegagalan. Bahkan beliau melakukan 999 kegagalan dalam percobaannya. Tapi hasil kegigihannya? Bohlam lampu di kamarku, itu hasil dari sikap pantang menyerah Thomas. Dia berhasil menemukan bohlam lampu setelah melakukan 999 percobaan gagal, dan yang terakhir, percobaan yang ke-1000, dia berhasil. Perjuangan yang benar-benar pantang menyerah, bukan? Seperti dialah seharusnya aku.


Tidak seperti Thomas Alfa Edisson, aku bahkan hampir menyerah di percobaanku yang pertama. Kegigihanku untuk bisa mencapai percobaan ke-1000 seperti Thomas, terkikis hujan putus asa. Saat pertama kali menginjakkan kaki di SMA favorit, kelas favorit, semangatku begitu menggebu. Darah ’45

Jumat, 15 Januari 2016

Pojok PKM Pemus Teknokra 2015: Dijajah Belanda?

Source image: google.com


Dalam buku sejarah semasa duduk di bangku sekolah dasar maupun sekolah menengah, tercatat masa penjajahan Belanda terhadap Indonesia selama 350 tahun. Bukankah itu sebuah angka sejarah yang fantastis bagi sebuah negara yang kini berdaulat? Sejarah yang begitu kelam hingga tercatat di setiap buku sekolah. Lantas kini muncul pertanyaan dalam benak saya, “Apa fungsinya mencantumkan angka besar itu dalam buku pelajaran?” 

Dalam sebuah mimipi, diri saya yang lain menjawab dengan bijak, “Itu untuk mengingatkan bangsamu bagaimana kalian terjajah hingga begitu lamanya.” Bagaimana bisa? Benar sekali. Setelah mimpi itu saya berpikir, bagaimana Indonesia bisa, sampai selama itu terjajah oleh kaum imperialisme belanda. Saya berpikir sangat lama. Padahal jawaban dasarnya ada dalam buku sejarah pula. Maklum, saya adalah satu di antara seluruh pelajar Indonesia yang tidur di kelas sejarah. 

Pojok PKM Pemus 2015: Sebab Mereka Juga Berorganisasi


source google.com

Apa yang kalian kenal dari sosok Mohammad Hatta? Sebagai warga negara Indonesia yang pernah sekolah atau tidak, pasti tahu, Beliau adalah wakil presiden pertama Indonesia. Kalau pernah lulus Sekolah Dasar setidaknya tahu beliau adalah Bapak Koperasi Indonesia dan Bapak Proklamator Indonesia. Nah, kalau sudah jadi mahasiswa, apa yang kalian kenal dari sosok beliau? 

Beliau adalah orang yang namanya ada dalam teks proklamasi indonesia, disebutkan bersama-sama dengan nama Bung Karno. Beliau adalah yang namanya disebutkan bersama-sama dengan Bung Karno dan diabadikan sebagai nama salah satu Bandar Udara di Indonesia. Atau beliau adalah mereka yang selalu kita rindukan kehadirannya di dompet, sebagai pelengkap Soekarno dalam pecahan uang seratus ribuan.

Tapi pernah tidak, mahasiswa mengenalnya sebagai sosok yang bisa dijadikan inspirasi para intelegensia? Inspirasi bagi para pemuda, mahasiswa seperti kita. Mengenalnya seperti mengenal BJ Habibie yang bisa membuat pesawat dan memiliki kisah percintaan yang mengharukan. Atau mengenalnya seperti mengenal Dahlan dan sepatunya. 

Jumat, 09 Oktober 2015

Sejarah Aku Jatuh Cinta Pada Amethyst

Sumber gambar-gambar: google
Kalian tau Amethyst? Itu lho, batuan yang warnanya ungu. Saya paling suka dengan warna ini. Warna ungu itu terlihat mewah, elegan, dan juga misterius. Dia tampak menyenangkan, menyedihkan, ah, sulit sekali untuk ditebak. Eits, mungkin maksudku Amethysnya ya, bukan ungu. Hehehe....

Biasanya saya suka posting tentang batuan di media sosial. Saya memang tertarik dengan batuan, apalagi saya mahasiswa Teknik Geofisika, yah... seenggaknya saya pernah kenalan, makan bareng, tidur bareng ama batuan *istilahnya ya... istilahnya. Muehehe. Tapi saya kadang dikira jualan batuan, lebih-lebih lagi dikira gila batu cincin. Sampai diPM-in ama orang yang jualan batu cincin. Huahaha
Tuh kan, dia itu misterius, mewah, dan elegan

Jumat, 02 Oktober 2015

Aku Dibungkam Ketidak-berdayaan

Panjat tebing Margodadi 5, Pesawaran.


Aku menyerah. Akhirnya aku akan menyerahkan segala harapanku pada keputusan. Keputus(asa)an. Sebab rasanya tak lagi diberi kesempatan. Sungguh, dosa apa aku untuk berdiri sendiri terkungkung rasa sepi.

#Random

Kamis, 01 Oktober 2015

Ketika kamu sudah dilarang bingung

Kemarin saya membahas tentang persimpangan, persimpangan keputusan antara benar, dianggap benar, dan memang benar. Nah, sekarang kamu berada di posisi tidak terpojokkan, tapi kamu memojokkan diri. Ketika kamu sudah dilarang bingung. KETIKA KAMU SUDAH DILARANG BINGUNG. *repeated*

Kalau begitu kan jadinya harus pura-pura tegar. Belum lagi kalau kita harus membuat orang menjadi tegar. Haha, saya menertawakan entah apa yang bisa ditertawakan di otak saya. Kamu benar-benar munafik, dengan sikap yang mengajak, menyemangati, mendengarkan, menasehati sedangkan dirimu sendiri butuh dinasehati, butuh didengarkan, butuh pengertian.

Kalau dulu kamu dengan lebay, alay menistakan diri di media sosial, dan sekarang seakan-akan ada undang-undang yang melarangnya, itu suatu pemaksaan yang baik, mendukung keinginanmu sendiri. Kembali pada kalimat-kalimat nista yang kamu rancang untuk sedikit menyamarkan maksudmu. Menasehati diri sendiri lewat lakon yang kamu buat sendiri.

Tapi ketika lakonmu tidak bisa memberimu ketenangan yang diharapkan, menciptakan situasi yang membuatmu menjadi super introvert padahal kamu bukan introvert. Menyedihkan memang, tapi kalau aku kebingungan, aku harus pergi ke mana, Kakak? Aku memang bukan introvert yang terlalu banyak memendam perasaan.

#random

Minggu, 27 September 2015

Ketika Kau Bertemu Simpangan

Pernah terjadi, dimana aku berhenti di sebuah persimpangan antara jalan yang kuanggap benar dan yang dianggap orang benar. Pernah juga berhenti di jalan yang menurut tuhan lebih benar. Lantas ketika aku tersesat, ada yang bilang, "Kamu tersesat di jalan yang benar." Tidak sampai sekarang, aku berpikir, bagaimana aku bisa tersesat kalau itu jalan yang benar? Sudah jelaslah saja, katakan aku melewati jalan yang benar atau tersesat?

Perlukah aku tanyakan pada Satpam komplek yang ramah tapi hanya paham dua rumah dari posnya? Tinimbang aku mencari sendiri, setidaknya pendapat satpam itu memberiku pencerahan. Setidaknya dua rumah dari pos bukanlah rumah yang kucari. Setidaknya aku hanya perlu mengecek sisanya (Oh my god).

Akan aku jelaskan letak perbatasan di antara dua hal yang berbeda yang berjarak bagai lautan dan sungai. Juga perbatasan antara air dan minyak. Atau perbatasan apasaja yang kamu mau aku jelaskan. Cuma satu lho, coba jelaskan, jalan ini jalan yang benar atau bukan?

#Random

Senin, 27 Juli 2015

Hantu (?)

Image source google
Hari ini mati lampu. Perutku lapar, dan tidak punya air. Ditambah lagi dengan ponsel lowbat. Aku tidak kesal. Aku memang berencana pergi setelah tidur dari jam 6 sampai jam 10 pagi.

Lantas di jalan, aku justru melihatmu, berjalan sambil tertawa. Aku menjadi bodoh seketika. Aku membeku seketika. Aku menjadi makhluk paling tidak rasional saat itu juga.

Beli nasi sayur dan telor ceplok dengan harga 10ribu rupiah, dan aku tidak protes bahkan kaget pun tidak. Itu tidak rasional saat yang lainnya hanya seharga tujuh ribu. Keluar warung dengan memakai sandal pemilik warung, itu juga tidak rasional. Aku benar-benar menjadi bodoh dan tidak masuk akal.

Aku gemetar sampai jauh setelah melihatmu. Saat bertemu teman, dia justru bilang, "Kau habis melihat hantu?"

#Random

Oh, Jadi Ambivert?

Selamat pagi... ^_^
Saya nggak bisa tidur sampe pagi, setelah main-main ke photoshop ampe bosen, ke youtube ampe bingung apa lagi yang mau diplay, mau ngepost di sini tapi nggak ada bahan, sampai akhirnya nemu draft ini. Hmmm...

(Warning: Self centered)

Di postingan yang udah-udah, saya pernah bilang kalo mending saya ini nggak usah digolongkan introvert atau ekstrovert, tapi karena mereka terus membicarakannya, dan kebetulan nemu tentang ambivert (plis, saya nggak cari-cari ya), jadi kesimpulannya, saya ini ambivert.

Begini guys, jadi kalau introvert itu orang yang pemalu banget, pendiem, dsb yang identik dengan alim, enak gitu yah diliat, nggak begajulan. Hahahah. Sedangkan ekstrovert adalah yang sebaliknya, yang sok asik sendiri, hyperaktif, berasa di tempat bermain terus kali ya... *individual opinion yah*. Nah, kalo ambivert ini gabungan keduanya.

Jadi kalau yang saya rangkum dari artikel yang kebetulan lewat di timeline Fb (sumber Hipwee ya, kalo nggak salah /hihi/), begini, tipe ambivert ini beneran nggak jelas, kadang bisa asik banget, dan kadang bisa tiba-tiba badmood abis. Mereka (saya termasuk) pada umumnya punya banyak teman, tapi bukan teman dekat. Yah, sekedar temen nongkrong aja.

Yang bikin ngakak itu, "nggak ngerti gunanya acara kumpul-kumpul macem reuni".  WOW. Tapi emang iya sih. Palingan juga ikutan ngumpul karna ada Doi. Hahaha. Dan mereka itu butuh me time. Kalau lagi pengen sendiri ya, bakalan beneran menyendiri, bila perlu pergi ke Goa Hira biar nggak di ganggu. Hehe

Ini yang saya banget,
1. Suka nongkrong di tempat rame tapi sendirian. Kadang sih nggak nongkrong juga sih, bisa duduk, bisa berdiri, yah enaknya aja. Kalau nongkrong terus kan capek /Gaje/. Tapi beneran nih, ngeliat orang rame yang mondar mandir itu asik lho...

2. Kalo lagi badmood, bisa ngehindarin ketemu orang cuma biar nggak nyapa. Hahahaha.

3. Dan aku nggak pernah paham dengan maksud introvert ataupun ektrovert sampai aku memutuskan menulis artiket di sini. Ah, palingan juga besok udah lupa itu apaan. hehe (BTw, itu kata 'dan' di awal ketulis karna lagi dengerin lagunya Sheila on 7) :D

Yah, sudah, segitu aja dulu yah...
Kalau mau banyak, baca refrensi ane aje di Hipwee. ;)
Selamat Pagi... ^^

Rabu, 24 Juni 2015

Bentuk Lain Melarikan Diri

Dokumentasi Teknokra di kesempatan yang berbeda. :)
Hey guys... ! Selamat berbuka puasa... ^_^

Postingan ini ditulis setelah buka puasa hari ini, bersama dengan orang-orang yang baru dikenal. Nah, kenapa judulnya, "bentuk lain dari melarikan diri"? 

Yup! Sebelumnya saya punya sebuah kutipan yang saya lupa, itu dikutip dari mana. Intinya, "ketika kita berada di tempat yang baru, kita juga harus menjadi baru juga." Maksudnya, yang lalu ya biarlah berlalu. Ketika bertemu orang baru, biarkan mereka tidak tau siapa dirimu sebelum ini.

Selasa, 23 Juni 2015

Ketika Aku Adalah Wibu Alay


Bakuman no Honda. Source google

Tunggu. Sebenarnya agak memalukan harus mengakui weaboo. Em, maksudku aku juga pernah jadi weaboo. Jadi manusia alay yang yah... gitu deh pokoknya.

Buat yang belum tau apa itu definisi weaboo atau wibu, jadi wibu itu sebutan untuk orang yang gila jejepangan. Anime gak mau disamakan dengan kartun, dan lain-lain yang sebenarnya jadi lucu dibaca. Para wibu kebanyakan

Senin, 22 Juni 2015

Apa? Aku menyimpan Rahasia?!


Aku baru menyadari sesuatu. Oh, tidak, tidak, tidak... bukannya aku baru menyadari, tapi aku baru sadar kalau aku ingin menuliskan kesadaranku di sini. Waktu lalu, ketika aku sebenarnya sudah sadar dari koma panjang, dari perdebatan pelik antara hati dan si empunya. Hanya sekedar untuk memberitahu orang lain saja, apa susahnya? Oh, jelas susah. Ini rahasia!

Seorang teman, waktu semalam, membuat sebuah pernyataan. Katanya, aku tipe ekstrovert, yang tak segan-segan memberitahukan segalanya ke semua orang.

Minggu, 14 Juni 2015

Teman, Sahabat, Rival, atau Kenalan?

Hujan di bulan Juni. Katanya, itu dinanti-nanti. Well, ini postingan kedua yang ngebahas tentang bulan Juni. Sebenernya saya mau membual lagi. Hehehe

Kayaknya kalau saya terlalu banyak

Kamis, 11 Juni 2015

Too much thinking!


link
"Be patience with all things. But, most importantly, be patience with your self."

That was what i got from the article. Quite simple, hard to do. I think i have patience enough with all things. But, not with myself. Is this what depression mean? Oh my, i whisper to myself, "hang on, myself. Hang on!" Just to finish this kind of life. Such an unpleasant but it's a must.

In other time, i faced my self in the mirror. I played my role. Yes, i just played. Like a good artist, i was playing good. Every different character i played, was going well. I'm pretty sure, people knows me as a brave,  and well organized. But simply, i just can not manage my emotion. I'm just twenty after all. My friends are twenty three. I'm two years younger than them. But people don't want to even know. Some of them precisely thought that i was lucky.

Well, I faced myself in the mirror and i tell her who i am. That's what i used to do when i thought my mask was going to break. In other article, i found that people who always do the other people want, they just forget about their selves. When i started walking my feet, i should know, it would not be a good path. So much obstacles. So much lies. Pretending to be good is not good.

In the end, i pretend to believe what people said, "i'm just lucky".

(i'm sorry to have you reading this stupid stuff. Thanks to you who read this until here. Usually, i'm not do this. May be someday, i'll delete this from my archive. I think, i just over think about everything.)

"See ya!"


Senin, 01 Juni 2015

Hey, June!

image source: link
Hei, June! Apa kabar? Lama tak jumpa. Kira-kira setahun yang lalu ya terakhir kita jumpa. Rasanya bahkan lebih dari setahun. Apa rasanya menunggu?

June, selama kau pergi, aku bertemu beberapa yang sepertimu. Mereka yang berkulit gelap, mereka yang dihujani kelopak bunga merah muda, mereka yang dikungkung mendung tiada habisnya.

Dari mereka beberapa sepertinya bahagia. Sepertinya mereka bersenang-senang. Bahkan ketika aku bertemu november di Asia, ada yang menjulukinya, "November rain". Kupikir mereka berkabung sepanjang hidupnya. Rupanya mereka sekedar membawa ingatan. Bukankah hujan yang menyanyikan lullaby di dinginnya hari?

Lalu Desember putih, dimana orang merayakan hari besar di penghujungnya. Beberapa mereka yang kutemui memang tak merayakan apa-apa. Tapi keceriaan setahun sebelum kubertemu denganmu sungguh membuatku rindu. Seperti aku dialiri mereka yang kutemui sepanjang tahun. Seperti mereka kuhimpun dalam sebuah ingatan yang kemudian kuberikan padamu.

Oya, kudengar, kau punya acara istimewa tahun ini. Banyak orang menantimu. Akhir-akhir ini kau jadi lebih terkenal. Banyak yang menyebutmu membawa berkah. Rupanya kau dimuliakan tahun ini.

Hei, June. Jangan salah sangka. Aku bukannya iri dengan peranmu tahun ini. Tapi biasanya kau hanya ditunggu  bagi mereka yang ingin segera istirahat tengah tahun. Tapi rupanya kau membangkitkan lebih banyak cita-cita selain membiarkan mereka asyik berlibur akhir semester.

Kau pasti bahagia, melewati jatah waktumu dengan ramainya lantunan syahdu yang membuatmu dimuliakan. Aku pasti bahagia, berbagi dahaga, dalam keberkahan yang kebetulan kau menjadi penanggungjawabnya.

June, bisakah kita lewati ini dengan sesuai kehendakmu? Mengikuti rasa bahagia bertemu yang dirindukan. :)

#Istimewa #Ramadhan #2015 #Puasa #June #Years #Growing #Omedeto

Selasa, 10 Maret 2015

Ketika Aku Merasa Jauh Darimu

Image Source link
Kalau sedang luang waktuku, kadang takdir semut yang berjalan di teras pun terpikir olehku. Tak jarang juga hanya memikirkan tanah di halaman depan. Berpikir kapan ia akan ditumbuhi rerumputan. Lantas menyejukkan dan terkadang merepotkan. Iya, merepotkan. Kalau mereka tumbuh terlalu besar, pasti merepotkan.

Kemudian aku bertemu dengan suatu masa yang membuatku berpikir tentang tanah penuh kehidupan. "Kehidupan" maksudku. Sebuah kisah yang pernah sampai padaku, tentang tanah "kehidupan" yang menjadi sebuah pertanggungjawaban. Kadang menyejukkan, tapi lebih sering mengerikan.

Rumah. Apakah aku akan punya rumah di tanah "kehidupan"? Akankah aku jadi "aku" yang "kaya" atau "aku" yang "fakir"? Dengan siapa aku akan tinggal. Bersama "mereke"kah, yang kutarik dalam lubang lumpur, atau dengan "mereka" yang menarikku lebih dekat dengan "kehidupan"?

Lantas semua itu menerbangkan bola pikiranku pada fakta ketika aku merasa jauh darinya. Dari hal-hal yang mengingatkanku pada tanah "kehidupan", karena faktanya, aku hanya memikirkannya kalau sedang luang waktuku.

`~R~

Minggu, 28 Desember 2014

All iz well, Stress-Go-Away!

Hei, guys...
Warning! Ini cuma cuap-cuap nggak guna, cerita terakhir beberapa malam lalu. Kalau yang nggak mau baca, silahkan klik back. #originallypersonal.

Stress go away
Artist: Me
Media: tembok kosan hehe
more info contact me. Huwala. :D
Ini nih, yang super gaje. Ane galau men... galau. G-A-L-A-U. Kalau di kamus sih, mungkin ini disebut stress, tapi jaman sekarang jadi tenar sebagai "galau". All iz well. All iz well. Seharusnya sih, lahaulawalakuataillabillah. Hehe... FYI, malem itu ane akhirnya nonton 3 idiots. Nggak tau apa motivasinya. Asal pilih aja di HD yang kira-kira film udah lama nggak di rewatch.

Nah, akibat ke-stress-an ini *ane menolak ini dibilanga galau* terwujudlah itu sesuatu yang mungkin kalau ketauan ibu kos bakal dimarahin. Hahaha

Walaupun ane sebenernya orang yang sangat suka berbagi, terutama berbagi masalah, tapi yang satu ini, mungkin agak sulit. Orang-orang pada nggak netral. Bilang ke sini, "yaudah sih, mereka itu ngerepotin, udahan aja!". Bilang ke situ, "liatlah itu yang di bawah, mereka butuh kamu. Masa kamu tega?"

Halah, omong kosong apa ini, pikirku. Dan benar, itu jadi pikiran. Sampai lupa, ane baru diwanti-wanti mamak buat nggak telat makan. Walhasil, napsu makan malah hilang bareng rasa pengen ngerjain tugas Seismik lanjutan yang udah molor 2 mingguan.


Senin, 24 November 2014

Indigo, Aku Indigo! Σ੧(❛□❛✿)

Sebelum saya membahas mengenai perkuliahan keren minggu lalu, saya mau bahas dulu guyonan yang agak"un...." di saat itu.

Untuk cerita lengkapnya, nanti saya posting di label yang berbeda. Kali ini saya cuma mau cerita tentang celetukan yang bilang saya Indigo. Padahal saya nggak ngapa-ngapain, nggak macem-macem, cuma pas bapak dosen bilang, "Wah, jangan-jangan di sini ada yang indigo?" kami sekelas serentak ribut, main tuduh siapa si Indigo. Nah, saya waktu itu juga ikutan nuduh-nuduh sih, cuman kok, akhirnya malah yang kena... huhuhu

Nah, ngomonin Indigo, apa sih sebenarnya Indigo itu?

Rabu, 19 November 2014

Nusantaranger, Hero Indonesia. Natsukashii~~~

Natsukashii naaaaa~~~~
Akhirnya muncul juga kan, pahlawan-pahlawan baru di Indonesia.

Di bawah ini adalah opening Nusantaranger yang saya tonton di youtube. Linknya di sini.