Agaknya langit tidak peduli padaku. Langkahku yang
terus berjalan, sesekali tidak mataku berpaling pada arloji di tanganku. Pagi
secerah ini, mungkinkah langit akan menangis? Tidak. Untuk apa langit menangis
di pagi cerah dan indah dimana semua orang menyukainya. Tapi itu tidak untukku.
Aku malah ingin langit menangis. Bodoh sekali aku ini. Ya, aku memang bodoh,
aku tau itu, tapi pagi cerah yang disukai semua orang, kini hanya bisa
menggores luka di hatiku. Rasanya sakit sekali.
Semenjak
keluar rumah, mataku hanya tertunduk menyusuri jalan ke sekolah. Tanpa kata.
Jarak
sekolahku memang tak begitu jauh, maka dari itu, aku selalu berjalan menuju
tempat yang kira-kira hanya seperempat km itu.
Meski
suasana hari ini seharusnya diisi dengan kebahagian layaknya teman-temanku yang
sudah