UA-64251474-1

Jumat, 15 Januari 2016

Pojok PKM Pemus 2015: Sebab Mereka Juga Berorganisasi


source google.com

Apa yang kalian kenal dari sosok Mohammad Hatta? Sebagai warga negara Indonesia yang pernah sekolah atau tidak, pasti tahu, Beliau adalah wakil presiden pertama Indonesia. Kalau pernah lulus Sekolah Dasar setidaknya tahu beliau adalah Bapak Koperasi Indonesia dan Bapak Proklamator Indonesia. Nah, kalau sudah jadi mahasiswa, apa yang kalian kenal dari sosok beliau? 

Beliau adalah orang yang namanya ada dalam teks proklamasi indonesia, disebutkan bersama-sama dengan nama Bung Karno. Beliau adalah yang namanya disebutkan bersama-sama dengan Bung Karno dan diabadikan sebagai nama salah satu Bandar Udara di Indonesia. Atau beliau adalah mereka yang selalu kita rindukan kehadirannya di dompet, sebagai pelengkap Soekarno dalam pecahan uang seratus ribuan.

Tapi pernah tidak, mahasiswa mengenalnya sebagai sosok yang bisa dijadikan inspirasi para intelegensia? Inspirasi bagi para pemuda, mahasiswa seperti kita. Mengenalnya seperti mengenal BJ Habibie yang bisa membuat pesawat dan memiliki kisah percintaan yang mengharukan. Atau mengenalnya seperti mengenal Dahlan dan sepatunya. 

Puisi: Pooka



Terlebih dari apa pun
Jiwa-jiwa dalam kekacauan
Dikutuk mendung, dituntut kesenjangan
Menuding!
Menunjuk!
Kegaduhan.

Pooka,
Bersembunyilah malam ini
Jangan muncul petang ini
Kumohon, Pooka...
Kutanamkan Shamrock agar kau tak berani!

Tapi Shamrock-shamrockku mati
Tertindas kejahatan dan kepicikan bumi
Menghitam, jenuh dan penuh kebencian.

Kumohon, Pooka...
Matikan saja dirimu,
Akalku habis,
Memikirkan jimat apa lagi yang bisa melindungiku.

*Dimuat dalam majalah Teknokra edisi Desember 2015

Resensi Novel Pecundang, Maxim Gorky



Image Source google.com


Gejolak Batin yang Tak terungkapkan
*Dimuat di majalah Teknokra edisi Desember 2015

Judul: Pecundang
Penulis: Maxim Gorky
Penerjemah: Ahmad Asnawi
Penerbit: Narasi-Pustaka Promethea
Jumlah Halaman: 406 halaman

Yevsey Klimkov, anak muda dari pedalaman desa yang tinggal bersama seorang paman-pandai besi dan seorang sepupu, Yashka-anak laki-laki yang suka menyiksanya. Setiap kali melihat Yashka marah-marah, Klimkov hanya berbaring di atas tanah, meringkuk, menyiapkan tubuhnya untuk dihujani serangan membabi buta dari sepupunya, tanpa perlawanan. Kemudian, ketika puas, sepupunya hanya berkata, “Jangan khawatir, itu tidak akan berlangsung selamanya,” yang kemudian selalu Yevsey ingat hingga ia dewasa.

Selasa, 01 Desember 2015

Manusia!

Manusia, makhluk magis paling sempurna. Anggap saja ini dunia sebaliknya, manusia adalah gaibnya. Bilangnya apa, melakukannya apa. Kusebut gaib sebab punya banyak rupa. Kesannya tak ada apa-apa, ternyata banyak dosa. ‘O manusia, susunan nadi yang dibuat sempurna. Sudah macam malaikat saja, turun menyaru banyak rupa, lantas pergi tanpa rasa dosa. Perlu kuulangi? PERGI TANPA DOSA, sudah macam malaikat saja.

#Random

Selasa, 20 Oktober 2015

Puisi: Cari saja aku!

Cari saja aku.
Tak apa, cari saja aku.
Kapan pun, cari saja aku.
Tak apa, tak mengapa
Selagi kau butuh saja pun tak apa.
Sebab aku menganggap diriku lilin
yang hadir ketika pemadaman listrik bergilir.
Tak apa, cari saja aku.



#‎Random‬
~R~

Mata Saya Merah dan Menguning


Warning: Berisi Curhatan

Semester ini saya jadi nomaden, yang tinggalnya berpindah-pindah. Maklum, mahasiswa yang harusnya udah hengkang dari kampus tapi masih betah nongkrong di organisasi, musti bisa bertahan hidup walau jatah dari Babe sudah berlalu. Hahaha

Jadi, karena nomaden, saya jadi jarang mengurus diri. Sehari-hari di sekret organisasi. Makan, tidur, tidur siang, ngerumpi, ngegaje, ngeblog, sampe nge-stalk orang pake komputer lembaga *upss*.

Jumat, 09 Oktober 2015

Sejarah Aku Jatuh Cinta Pada Amethyst

Sumber gambar-gambar: google
Kalian tau Amethyst? Itu lho, batuan yang warnanya ungu. Saya paling suka dengan warna ini. Warna ungu itu terlihat mewah, elegan, dan juga misterius. Dia tampak menyenangkan, menyedihkan, ah, sulit sekali untuk ditebak. Eits, mungkin maksudku Amethysnya ya, bukan ungu. Hehehe....

Biasanya saya suka posting tentang batuan di media sosial. Saya memang tertarik dengan batuan, apalagi saya mahasiswa Teknik Geofisika, yah... seenggaknya saya pernah kenalan, makan bareng, tidur bareng ama batuan *istilahnya ya... istilahnya. Muehehe. Tapi saya kadang dikira jualan batuan, lebih-lebih lagi dikira gila batu cincin. Sampai diPM-in ama orang yang jualan batu cincin. Huahaha
Tuh kan, dia itu misterius, mewah, dan elegan

Kamis, 08 Oktober 2015

Jangan tinggalkan Aku, Kak! #Zoi

"Kak, kalau aku pingsan gimana? Kakak jagain aku ya," Zoi kecil menatap harap kakaknya. Matanya berbinar, penuh permohonan. Sang kakak tersenyum, tulus, menenangkan kekhawatiran Zoi.

Istilahnya begitulah, Zoi ingin diperhatikan. Kehidupannya dangkal, sebatas kekhawatiran, dan kesenjangan emosional. Zoi menderita penyakit syaraf yang membuatnya terus merasa khawatir, mudah cemas, dan panik. Sekali dua kali, Zoi sempat pingsan, padahal cuma diajak bermain game komputer oleh kakaknya.

"Ceritakan padaku, Zoi. Apa yang kautakutkan?" tanya Kakaknya, sambil bersimpuh, menyejajarkan tinggi tubuhnya.

Zoi tak menjawab, ditanya begitu, Zoi justeru gelisah. Digenggamnya tangan Zoi. Sambil dielus lembut punggung tangannya.

"Aku takut Kakak meninggalkanku," jawab gadis cilik itu. Matanya berkaca-kaca, menahan rasa gelisah yang teramat membuncah di sekujur syarafnya. "lagi..." lanjutnya. Entah kenangan apa yang diingatnya, bahkan kakaknya pun tak pernah meninggalkan Zoi. Tidak pernah meninggalkannya untuk pergi jauh. Tapi Zoi begitu cemas, takut ditinggalkan.

"Aku di sini, Zoi. Jangan takut. Jangan cemas. Lihat," katanya, menunjuk kerumuman rumput yang bergoyang diterpa angin. "mereka tidak pernah takut diterpa angin. Mereka tidak pernah takut menjadi kering dan mati. Mereka tidak sendiri. Mereka akan saling menemani. Kamu, kakak, dan mereka," kakak menunjuk ke sekumpulan anak TK yang tengah bermain, "akan menemanimu. Jadi jangan takut..."

"Kakak, jagain aku ya," Zoi hanya mengatakan itu lantas pergi menjauh dalam kabut putih yang membangunkan Kakaknya dari mimpi tentang dirinya. Sambil melambai diterpa bunga-bungan wangi dan tanah basah yang ditangisi.

#Random

Sengkuni!

Aku adalah lelaki bisu yang pandai bicara
Kuterangkan pada semua
milik dunia cerita segala penat terasa

Aaku lelaki buta yang pandai menilai warna
Jerami diiris bumbui pematang akar berpendar

Aku lelaki tua berhati muda
Sedikit munafik, jelajahi dunia dikuasai raja
Semena-mena seperti si buta ahli warna
atau si bisu ahli kata-kata.
Seperti diriku, sebelum tutup usia.

Dilema Kebutuhan Minyak, Eksplorasi, dan Lingkungan

Tulisan ini saya publikasikan pertama kali di facebook pribadi saya beberapa waktu yang lalu ketika ada Hashtag #Shellno. Shell merupakan perusahaan asing yang sedang melakukan eksplorasi di dataran Artic. Dan shell akhirnya meninggalkan lokasi eksplorasi setelah gagal menemukan cadangan minyak baru. 
Sebenarnya saya sendiri dilema kalau soal pengeboran minyak dan penyelamatan lingkungan. Saya juga berharap lingkungan tetap terjaga, hijau, dan kaya sumber daya, tapi coba deh aktivis2 lingkungan, kendaraan kalian apa? Bahan bakarnya apa? Kalau gak mau ada eksplorasi minyak ke daerah2 macam ini, JANGAN PAKAI MINYAK! Karna selama minyak masih dipakai, eksplorasi gak akan berhenti. 
Ingat, cadangan minyak dunia akan habis 10 tahun lagi (dengan catatan kalau kita tidak terus eksplorasi). Dan karna minyak masih dibutuhkan, peneliti tidak akan berhenti eksplorasi. Sekarang untuk Geologist, Geophysicist dan Reservoar yang mau eksplorasi, sembari eksplorasi, juga mencari alternativ cara yang ramah lingkungan (atau beralih saja ke energi ramah lingkungan! *ting*). Jadi, kalau masih pakai minyak (apalagi kendaraan pribadi) jangan banyak protes ya, kalo lagi dicariin minyaknya.... ^_<
#CMIIW