Dok. Eits, jangan salah fokus, Baram yang di botol bukan di baskom.
Hai, Gaes! Lama tak bersua dan tiba-tiba datang dengan
sebongkah berlian *hush* maksudnya bahasan yang agak ekstrim dikit. Hehe. Jadi
ini adalah sepenggal cerita setahun lalu dari Kalimantan yang baru sempat
ditulis. *Author cari alasan, padahal dia males*.
Oke, kita mulai dari sini. Kalian tau Tuak? Sepertinya ini
jenis minuman tradisional yang dikenal dimana-mana a.k.a paling populer. Weit, sebelumnya saya mau meluruskan
dulu, ini bukan artikel kampanye tentang minum minuman beralkohol atau sejenisnya,
melainkan hanya sebuah kisah yang dibagi, sebatas pengetahuan umum saja, toh
ternyata ini adalah warisan budaya Indonesia. Dan mengingat remaja-remaja masa
kini lebih mengenal minuman beralkohol asal negeri gingseng dibandingkan dari
dalam negeri sendiri.
Semester ini saya jadi nomaden, yang tinggalnya berpindah-pindah. Maklum, mahasiswa yang harusnya udah hengkang dari kampus tapi masih betah nongkrong di organisasi, musti bisa bertahan hidup walau jatah dari Babe sudah berlalu. Hahaha
Jadi, karena nomaden, saya jadi jarang mengurus diri. Sehari-hari di sekret organisasi. Makan, tidur, tidur siang, ngerumpi, ngegaje, ngeblog, sampe nge-stalk orang pake komputer lembaga *upss*.
Tulisan ini saya publikasikan pertama kali di facebook pribadi saya beberapa waktu yang lalu ketika ada Hashtag #Shellno. Shell merupakan perusahaan asing yang sedang melakukan eksplorasi di dataran Artic. Dan shell akhirnya meninggalkan lokasi eksplorasi setelah gagal menemukan cadangan minyak baru.
Sebenarnya saya sendiri dilema kalau soal pengeboran minyak dan penyelamatan lingkungan. Saya juga berharap lingkungan tetap terjaga, hijau, dan kaya sumber daya, tapi coba deh aktivis2 lingkungan, kendaraan kalian apa? Bahan bakarnya apa? Kalau gak mau ada eksplorasi minyak ke daerah2 macam ini, JANGAN PAKAI MINYAK! Karna selama minyak masih dipakai, eksplorasi gak akan berhenti.
Ingat, cadangan minyak dunia akan habis 10 tahun lagi (dengan catatan kalau kita tidak terus eksplorasi). Dan karna minyak masih dibutuhkan, peneliti tidak akan berhenti eksplorasi. Sekarang untuk Geologist, Geophysicist dan Reservoar yang mau eksplorasi, sembari eksplorasi, juga mencari alternativ cara yang ramah lingkungan (atau beralih saja ke energi ramah lingkungan! *ting*). Jadi, kalau masih pakai minyak (apalagi kendaraan pribadi) jangan banyak protes ya, kalo lagi dicariin minyaknya.... ^_<
Setuju! Terlepas dari UU yang mengatur atau janji2 presiden waktu kampanye, tapi saya setuju dengan program begini. Jadi jangan main minta gaji minta kesejahteraan dulu. Tapi kinerja dulu, baru gaji bagus. Jangan kayak DPR yang katanya, "untuk meningkatkan kinerja, anggota Dewan sebaiknya diberi penghasilan yang bagus pula. 'kalau mau kerja bagus, sarana dan prasarana harus diperhatikan,' Dimyati" (Tempo 21-27 September 2015). (tambahan: sarana dan prasarana ini maksudnya tunjangan, karna mereka minta adanya kenaikan tunjangan. Gila dong, masa tunjangan DPR sampe 696,9 Milyar. Padahal mahasiswa mau berkreativitas aja cari sponsor susah pak *eh dia malah curhat*
Pelan-pelan ya...
Ada sesuatu yang saya pahami selama beberapa tahun ini. Tentang pembagian peran. Ada kalanya kita memang harus berperan sebagai penuntut, dan suatu hari kita akan menjadi yang dituntut. Kalau peran kita ini sebagai penuntut ya menuntutlah, karna kalau tidak ada penuntut tidak akan pernah ada yang tertuntut. hahaha
Nah, beda lagi kalau kita berada di posisi yang harus dituntut. Kalau begini, ya, dengarkan. Karna itu aspirasi mereka. Kadang memang si penuntut ini tidak mau tau apa-apa yang penting keadaan jadi seperti yang diinginkannya. Sedangkan yang dituntut udah banting tulang, kerja keras, tapi hasilnya masih sama saja. Dongkol rasanya, mereka nggak mau mengerti. Tapi tetap saja, penuntut, jangan berhenti menuntut. Kalau kita (penuntut) mulai memahami, pura-puralah tidak paham. Sebab, perubahan ada karena dituntut untuk berubah. Kita bergegas sebab ada yang mengawasi.
Dan kita sudah berbagi peran. Aku yang dituntut dan Kamu yang menuntut. Suatu hari ketika kamu berada di posisi dituntut, tolong pahami. Dan teruslah menuntut sampai menjadi seperti tuntutan. Dan tuntutan tidak pernah berakhir, itu semacam kebutuhan.
Membaca berita hari ini di Yahoo.com,
saya mengutip sedikit dari berita yang membahas mengenai pakaian grup
Cherrybellle saat manggung. Dari berita tersebut, spontan hati saya mencelos,
kaget, sekaligus prihatin. Bukan hanya prihatin dengan grup tersebut, tapi
dengan masyarakat yang menikmati grup tersebut. Ini bukan pernyataan ketidaksukaan saya dengan
grup ini.
14 Februari 2014 bertepatan dengan hari kasih sayangnya yang
merayakan, Allah SWT menyatakan kasih sayangnya melalui Gunung Kelud.
Letusannya yang terjadi menjadi peringatan pada umat manusia bahwa azab Allah
adalah nyata. Seperti yang disebutkan dalam QS Al-Hajj:48-49 yang artinya:
“Dan berapalah banyak kota yang aku tangguhkan (azab-Ku)
kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian aku azab mereka, dan hanya
kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu)” (48).
hanya ada pengorbanan di dunia yang semakin terpuruk ini (Naruto)"
Percaya dengan harapan?
Suatu hari aku mengikuti seminar kepemimpinan. Dan pemateri yang
memberikan materi tentang kepemimpinan dan loyalitas menampilkan video 4
lilin : lilin damai, iman, cinta, dan harapan. Dan ketika ketiga lilin
pertama mati, lilin harapan yang masih menyala. Lalu lilin harapan
menghidupkan kembali lilin-lilin yang sudah mati. Dan tempat itu jadi
terang kembali.
Indonesia negeriku, orangnya lucu-lucu, macam-macam budayanya Indonesia tercinta, orangnya ramah-ramah, gemah rimpah lohjinawi
Ingat penggalan lagu di atas? Lagu yang dibawakan oleh Trio Kwek-Kwek
ini sempat membuat saya percaya bahwa orang-orang indonesia memang
ramah. Dulu, sebuah infotainment juga pernah mewawancarai seorang
turis, dan turis itu mengatakan, ”Saya suka Indonesia. Orang-orangnya
ramah. Bertemu dimana pun pasti tersenyum,” kurang lebih begitulah yang
sempat diucapkan turis itu.
Ane sih sering nyari tentang Phobia gitu, tapi ane belum nemu sebutan
untuk phobia SIOMAY, kayak ane gini. Kalo ane ceritain dulu gimana ane
bisa phobia ama makanan atu ni, boleh kagak? ^^
Ah, mending diceritain dulu ya. hehe… Dulu tuh, ane masih SMP. Ane
hobiiiiii banget ama yang namanya makan SIOMAY. Dan SIOMAY itu udah
kayak makanan wajib buat perut ane. Tiap waktu istirahat, ane selalu
beli SIOMAY. Nggak pernah telat deh, untuk beli SIOMAY. Malahan, waktu
ane SD, ane pernah ngejekin temen ane yang nggka doyan SIOMAY. Ane
selalu bilang, “Ihh.. SIOMAY enek-enak kok nggak doyan,” sambil
ngejek-ngejeknya anak SD gitu lah.. Eh, ternyata karma memang ada. Waktu
SMP ane beli SIOMAY yg kol, dan ternyata isinya ada yang belum mateng.
Kontan, itu bikin organ dalem ane kayak digiling. Akhirnya keluar deh
dalam bentuk bubur.. hehe *sorry gan, nggak bermaksud jorok ne*
-->Kehidupanku berjalan seiring bertambahnya usiaku. Senang - sedih, canda – tawa, aku lewati bersama gelak tawa sahabat dan keluarga. Tawaku berhambur di setiap sudut hal yang ku temui. Rasanya, waktu cepat sekali berputar. Rasanya baru kemarin aku duduk di bangku kelas 1 SMP. Rasanya matahari semakin cepat mengejar bulan. Dan rasanya, bintang – bintang gemerlapku semakin pudar. Kehidupan cerahku telah terlewat. Terlewat begitu saja. Tanpa ada goresan istimewa di setiap lembar kenangannya. Padahal, hari indah hanya kan ku temui saat itu.
Bintang – bintang semakin memudar, semakin tak cemerlang. Bertambahnya usia ku, bertambah pula pengalamanku. Hal yang dulu hanya angan bagiku, kini dapat kuraih. Hal yang dulu mustahil bagiku, kini telah ku genggam. Meski sedikit dari yang indah, tapi cukuplah tuk singgahi hati yang gundah. Hari hariku terasa makin cepat. Rasanya, baru kemarin ku terima ijazah SMP ku. Baru kemarin ku temui gelak tawa sahabatku. Tapi, ternyata itu sudah 1 tahun yang lalu. Aku memang terlalu lama mengigau. Terlalu lama memimpikan hal yang tak kunjung ku dapatkan.
Satu hal yang tak kunjung kutemukan selama ku berada di bangku kelas 2 SMA ini. Hingga usia ku yang kurang 2 tahun dari 17 tahun ini, aku tak dapat temui. Sempat hatiku pasrah. Pengalaman cintaku lah yang tak pernah bertambah seiring bertambahnya usiaku. Hal-hal yang menyangkut percintaan,( kayak teks proklamasi aja) aku tak mengerti satupun. CINTA. Menurutku cinta hanya sebuah kata yang sederhana namun berarti. Sesungguhnya cinta tak harus dari kekasih tercinta. Harusnya kita telah mencinta. Juga dicinta. Sang bunda dan ayahlah yang begitu setia menemaniku dan mau mencinta juga kucintai hingga saat ini.
Memang, aku harus berbagi kasih sayang orang tuaku untuk adikku. Tapi hal itu tak menyusutkan rasa sayang mereka padaku. Sekolahku, bisa di katakana sedikit elit. Memang lokasinya masih sedikit pelosok. Tapi,…jangan salah - salah…meskipun di desa, sudah standar internasional lho…! Tidak jarang siswa yang membawa peralatan sekolah seperti laptop secara pribadi. Tapi, kalau mobil, sepertinya hal itu, kurang perlu di lakukan di sekolah yang berada di desa ini.
Kelasku, adalah salah satu dari 2 kelas yang memilki keistimewaan tersendiri diantara yang lain. Aku rasa, kami diberlakukan seperti anak SLB. Bahkan memang ada lembaga SLB bagi kelas kami. Jangan salah dulu lho..! SLB di sini, bukan sekolah untuk orang – orang yang memilki keterbatasan mental. Tapi, bagi orang – orang yang memilki prestasi yang cemerlang. Yah…kurasa begitu.
Tidak hanya kualitas siswa yang dituntut untuk berkualitas. Tapi, fasilitas – fasilitasnya pun juga menunjang. Di dinding sebelah kiri, jika kita menghadap ke papan tulis yang ada di sebelah selatan, telah terpasang 2 buah air conditioner. Sebuah layar LCD besar, terbentang ditengah kedua white board yang kami milki. Kami hanya terdiri dari 19 biji nyawa. Sepertinya sih sepi, tapi, sebenarnya kami bisa menjadi lebih rame dari 40 orang lho...! Kadang kami luapkan kebosanan kami dengan music dari laptop pemberian sekolah untuk kelas, atau dari laptiop salah satu teman, dan dilengkapi sound system yang ada di meja guru, di depan papan tulis putih sebalah timur.
Kelasku memang terlihat seperti rumah sendiri. Lemari kayu untuk menyimpan barang – barang seperti alat olahraga berdiri di pojok paling utara. Dispenser dan kulkas, tersedia untuk memenuhi kebutuhan kami. Jika diperlukan, disana juga ada sebuiah televisi dan DVD player. Tapi…itu jarang terpakai dalam pembelajaran. Rak buku dan sebuah lemari macam loker tersedia untuk menampung peralatan belajar kami.
Sepertinya kelasku tak seperti halnya sebuah kelas yang digunakan untuk belajar ya? Tapi begitulah kelasaku. Maka dari itu, selama 2 tahun aku dan ke18 temanku berharap untuk betah tinggal didalam kelas itu. Awal kali ku masuki kelas yang mungkin ukurannya sekitar 8*9 meter itu, aku sangat frustasi. Tiada waktu untuk istirahat. Hampir setiap hari, aku harus berpacaran dengan laptopku atau dengan bukuku. Bahasan ku dengan pacarku tak pernah berubah. Tugas…tugas…dan tetap tugas. Kalau boleh, aku benar- benar ingin cepat putus dengannya. Hal itu benar-benar seimbang dengan isi kelasnya.
Satu hal yang perlu aku syukuri. Untung saja, aku sempat mempelajari bahasa inggris lebih mendalam dengan seorang teman leleaki di SMP. Jadi, aku tak begitu merasa disulitkan ketika ada pembelajaran dengan bahasa inggris. Yah…kelas ku memang dianjurkan untuk mempergunakan bahasa inggris dalam belajar. Memang ribet sih…tapi…begitu lah kelas CIBI atau Akselerasi. Begitu lah kami menyebutnya.
CIBI merupakan nama yang diberikan oleh lembaga SLB yang merupakan singkatan dari ‘cerdas istimewa berbakat istimewa’ dan akselerasi yang berarti percepatan. Aku hanya akan melalui masa SMA ku selama 2 tahun. Itulah program akselerasi. Menyelesaikan sekolah 3 tahun dalam waktu 2 tahun.
C I B I, cerdas istimewa berbakat istimewa, begitulah katanya. Tapi, aku malah merasa bahwa bakat ku tidak begitu ter-ekploitasi di kelas ini. Hari – hari ku tetap ku habiskan dengan pacar setiaku, sang tugas. Uji harian, menunggu hampir setiap akhir pekan pertemuan. Jari ku yang berjalan dari huruf yang satu ke huruf yang lain, hanya bisa menyampaikan perasaan si pemilik hati dan jari dalam lantunan nada puisi. Tiga puluh judul telah kuukir dengan pasanganku. Empat judul esai kucuba rangkai. Tiga fanfic dari anime kesayangan ku pun berhasil ku terbitkan dalam blog ku. Aku belum bisa untuk mempublikasikannya ke media cetak. Hanya dunia mayalah satu satunya kehidupan yang menyenangkan bagiku.
Ku ungkapka semua sampah hati, gembira, duka dan segala hal dalam blogku ini. Jejaring social lain pun kuikuti, yah…untuk mengikuti jaman. Satu bulan berlalu setelah esai terakhirku yang baru ku terbitkan beberapa hari yang lalu, otakku sudah dipenuhi hal-hal konyol dari sang pacar. Aku selalu berfikir, mengapa sang pacar malah selalu membuat ku pusing? Menjelang ujian semester, oktober mendatang, tugas-tugas dan ulangan harian dari calon mertua ( guru) sudah membanjiri kamar sesajenku. Buku buku berhamburan layaknya bunga yang ditebar dikuburan. Laptop setiaku, bak sebuah nisan yang selalu setia menampung air mata pengunjungnya. Tapi, otakku rasanya mulai meleleh seperti besi yang dipanahkan. Sekuat apapun besi, tetap saja bisa meleleh jika dipanaskan.
Sedikit terasa menyiksa memang. Tapi begitulah kehidupanku. Hari hariku kan tersita bersama buku tugas. Hingga terkadang aku lupa akan hobiku. Sebenarnya tidak lupa, hanya saja karena lebih disibukkan bersama pacarku, aku jadi cepat menghilangkan berbagai kata diotakku sebagai penyebab karya karyaku. Bahkan untuk membuat sebuah fanfic dari anime kesayangan ku, yang dulu memang harus diselesaikan sebelum semuanya selesai, sekarang tersingkir bagaikan bekas pacar yang tak mau ditemui. Berkas berkas kenangan lama yang indahkan hidupku dimasa lalu, benar-benar tesimpan rapi dalam folder ingatan di recyclebin otakku.
Belum sempat terbayangkan olehku bila aku harus meninggalkan sahabat dan hobiku untuk hal hal didalam kelas. Hal itu akan sangat menyikasaku. Ditambah lagi jika aku tak bisa menggandeng hobiku tercinta di hatiku. Itu akan lebih menyakitkan dibanding tidak lulus ujian ( sebenarnya sih sama saja ..sakitnya).
Tuntutan guru akan nilai yang bagus tanpa ada nilai dibawah 75 untuk awal jumpa dan 80 sampai nilai sempurna untuk selanjutnya, juga memenuhi memori otakku, hingga tak ada lagi ruang untuk mengingat hal – hal yang dulu hinggapi hidupku. Dulu, bermain musik adalah hobiku. Tapi, hobi itu terpaksa aku tinggalkan karena aku takkan memiliki waktu untuk hal semacam itu. Sebelum ku memasuki ruang ber-AC itu, aku memang sudah mendapat lukisan kehidupan di dalamnya dari para pendahulu. Butuh pertimbangan yang sangat matang memang, hingga akhirnya aku terjerumus pada penjara pilihanku sendiri.
Hingga kini, aku selalu merasa linglung. Merasa bahwa ini bukan hidupku sebenarnya. Seakan - akan aku telah meninggalkan tonggak diriku. Satu hobi yang sangat ku gandrungi saat itu, ku tinggalkan demi masa depan. Tapi saat ini, aku benar-benar menginginkan hobi menulisku ini akan menjadi masa depanku, tanpa harus ada kontra dari orang tua.
Kita semua telah mengetahui bahwa dampak dari revolusi industri yang selama ini meracuni dunia, ternyata berdampak buruk bagi alam dunia. Teknologi yang ditemukan semakin maju seiring bertambah seiring bertambahnya usia bumi. Begitu pula dengan kerusakanya.
Di Indonesia, kualitas penerus bangsa sangatlah kurang berkualitas. Dengan teknologi yang semakin canggih, segala hal dapat diakses dengan mudah. Begitu pula dengan situs – situs yang kurang mendidik.
Dampak untuk lingkungan hidupnya, adalah global warming atau pemanasan global. Pemanasan global ini disebabkan oleh banyak factor. Factor yang paling utama adalah polusi. Polusi telah merambah ke seluruh tubuh dunia. Mulai dari kepala dunia hingga ujungnya dunia pun ikut menyumbangkan kemampuannya untuk mengurangi ozon atmosfer.
Jika mendengar polusi, apa yang anda fikirkan? Pasti asap! Asap adalah komponene utama yang menyababkan polusi udara. Bahkan saat kita sedang bersantai sambail mengobrol pun meninbulkan polusi. Hal tersebut tidak disadari oleh para penghisap batangan pabrik itu. Tanpa mereka sadari bahwa dengan asap yang di ciptakannya dari menghisap rokok, telah member nilai plus kepada polusi udara. Asap-asap pabrik dan ramainya kendaraan menjadikan polusi udara sebagai juara dari segalanya.
Dunia terus beraktifitas. Berjalan, berlari perlahan dan tanpa kita sadari dunia telah mencapai titik kebinasaan. Ternyata polusi udara lama kelamaan menggerogoti atmosfer semakin banyak. Layaknya virus HIV yang menyerang penderitanya, tak pernah kita sadari namun, pasti hasilnya.
Hal tersebut telah terbukti dengan adanya berita bahwa sebuah pulau es di kutub mencair. Pencairan es di kutub tak lain disebabkan oleh virus udara yang telah divonis positif menyebabkan polusi. Lapisan atmosfer telah mendonorkan ozonnya hingga mengikis habis dan menyebabakan penyakit pada bumi. Meskipun kecil, tapi jika virus udara ini menyerang secara terus menerus, akan menyebabkan semakin banyaknya pulau es di kutub yang mencair.
Kabarnya, air hasil pencairan es di kutub, mampu untuk merendam pulau jawa menjadi sebuah lautan. Tidak hanya itu, jika air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air warga amerika, air tesebut ditaksir akan habis kurang lebih 4 bulan. Begitu besar jumlah yang tiada.
Ternyata virus yang diobati semakin lama malah semakin parah. Penggalakan untuk mencegah tejadinya global warming digalakkan dimana – mana. Program-program pemerintah berkumandang sebagai vitaminnya. Tapi, obat-obatan dan vitamin yang suguhkan pemerintah itu masih kalah dengan sejumlah hal yang lebih menarik perhatian masyarakat.
Undian – undian berhadiah, kuis-kuis di televise, dll, semuanya berhadiah utama sebuah MOBIL dan diikuti dengan MOTOR. Berbagai hadiah yang membuat Jakarta semakin sesak. Hadiah yang membuat atmosfer kita harus menyumbangkan ozonnya lebih banyak lagi.
Bagaimana dunia akan tentram, jika kehidupannya begini - begini saja. Polusi dimana-mana. Global warming telah meramabah bersama zaman. Nikmat pencipta, perlahan – lahan ditarik dari kita. Jika kita tidak menjaga apa yang ada, apa yang kita miliki, maka sang maha pencipta pun akan menariknya dari kita.
Air mata mengalir layaknya air tejun, keluhan – keluhan muncul dari setiap sudut kehidupan. Semua orang menangis. Dunia pun menangis. Saat ini, di bulan yang penuh rahmat ini, semua harga bahan pokok melonjak sejak sebelum puasa. Belum memasuki bulan puasa saja, harga kebjtuhan pokok sudah naik, bagaimana jika akan menghadapi lebaran nanti? Tidak bisa dibyangkan bagaimana kesedihan masyarakat saat kenaikan harga tersebut. bagaimana tidak, kenaikan harga tersebut berlaku untuk semua tingkatan ekonomi, sedangkan bagi masyarakat tingkat bawah hingga menengah, yang hanya memiliki hasil yang begitu – begitu saja, akan sangat merasakan kesengsaraannya.tidak jarang kita temukan, masyarakat yang terpuruk dengan hal ini. Apalagi untuk masyarakat yang mengalami penggusuran lahan tempat tinggal mereka. Mereka harus memikirkan dua hal sekaligus. Meskipun pemerintah bejanji akan mengadakan ganti rugi untuk setiapn rumah yang digusur, tapi sampai masyarakat menangis darah pun, tak kujung dipenuhi.
Di kota Jakarta saja, yang termasuk kota besar, ibu kota Negara, pengusuran – penggusuran macam itu sudah menjadi hal biasa, layaknya sebuah budaya. Janji – janji pemerinytah hanya sekedar bulan saja. Penggusuran rumah – rumah warga untuk pembangunan pabrik , pembongkaran ladang ladang dan lahan pertanian untuk membangun mall, hal itu sudah sangat biasa di kota Jakarta.
Kota Jakarta memang sudah besahabat dengan polusi. Tidak tanah, udara bahkan air, semuanya sama saja. Asap asap mengepul dimana mana. Hal itu tidak sebanding dengan alam sekitarnya. Saat ini, kepulan – kepulan asap pabrik mengibar dimana-mana. Tapi, bagaimana dengan taman kota? Tumbuhan yang ada? Apakah semua itu sebanding dengan keadaan pabrik? Penulis merasa bahwa, Jakarta lebih memihal pabrik yang member mereka uang dan kehancuran, dibanding udara bersih ynag menghidupi mereka selama ini.
Taman – taman kota berangsur angsur musnah. Perunbahan terjadi secara drastis. Mall – mall, pusat perbelanjaan dibangun dimana-mana. Mini market membanjiri semua daerah.tidak hanya di kota besar Jakarta, saat ini keberadaan mini market telah merambah dimana mana. Bahkan telah tersebar luas di setipa kecamatan di setiap provinsi.hal itu sudah merubah semua tatanan hidup Indonesia. Kebudayaan kebudayaan masa lalu mulai pudar. Pasar – pasar tradisional mulai sepi ditinggal penbali. Swalayan – swalayan lebih ramai dibanding pasar tradisioanal. Para penjual yang masih bertahan, hanya bisa menggantungkan hidupnya kepada pelanggan yang masih bertahan. Yah…meskipun hanya 1 atau 2 orang saja.
Nasib orang kecil semakin tertindas. Harga kebutuhan hidup terus melonjak, sedangkan pendapatan mereka terhambat dengan adanya globalisasi. Janji sejahtera pemerintah, hanyalah sekedar ucapan janji. Hanya sekedar mimpi disaat tidur siang, bagi masyarakat kecil. Harapan pupus, bahkan kesempatan berharap pun tak ada. Kehidupan memang sunguh kejam. Teruslah bertahan saudaraku, terik dunia takkan indah tanpamu.
Saat ini bahasa inggris telah menjadi bahasa kedua di Indonesia. Bahkan ada sekolah sekolah yang benar benar mengharuskan penggunaan bahasa inggris untuk pembelajarannya. Tidak untuk siswa saja, tapi gurunya juga diharuskan menggunakan bahasa tersebut. Hal hal tersebut mulai diberlakukan oleh sekolah sekolah berstandar internasional, sampai sekolah sekolah nasional yang berprestasi. Bahkan, ada sekolah yang staf pengajarmnya didatangkan llangsung dari tanah inggris. Karena penulis yang juga berasal dari sekolah yang merintis sebagai sekolah berstandar internasional, maka, penulis measakan bagaimna proses pembelajaran dengan bahasa inggris.
dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, kita harus memiliki hala hal sebagai berikut :
1.Percaya diri, apabila kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi dal;am arti tidak berlebihan, penulis yakin apapun yang ingin kita capai, kita pasti berani untuk mencobanya. Begitu pula dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris.
2.Patner, patner inilah yang akan membantu kita dalam berkomunikasi. Apabila tidak ada patner, meskipun kecakapan kita dalam bahasa inggris tinggi, tapi jarang atau tak pernah digunakan untuk praktek, hal itu sama saja dengan kita yang tak bias berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. Penulis biasa menyebutnya dengan inggris kebatinan. Karena kemampuan yang ada, tidak di ekploitasikan.
3.Inilah hal yang paling penting untuk mempelajari bhasa inggris. Layaknya bahasa Indonesia, bahasa inggris juga memiliki struktur atau pola kalimat. Apabila bahasa Indonesia memiliki pola S P O, dalam bahasa inggris di bagi dalam beberpa tentes yang menunjukkan waktu terjadinya peristiwa. Tenses inilah yang perlu kita dalami, dan benar benar kita pahami. Karena, dalam prakteknya atau speaking, grammar atau tenses inilah yang menjadi dasarnya.
4.Vocabulary, atau kosa kata. Semakin banyak kosa kata yang kita miliki, akan semakin lancer pula kita dalam berbahasa inggris. Untuk memperbanyak vocabulary, kita tidak harus membaca kamus hingga ujung halaman. Kita bias memperoleh lebih banyak kosa kata dengan membaca. Apabila kita kurang suka membaca, kitabisa menggantinya dengan mendengarkan music barat. hal tersebut juga akan melatih listening kita.
Sebenarnya, belajar bahasa inggris itu tidak begitu sulit. Kita tak perlu menggunakan rumus abc layaknya matematika, tidak perlu menggunakan kesetimbangan seperti halnya kimia, yang kita perlukan hanyalah berlatih dan berlatih. Coba memahami, mendengarkan dan mencoba.
“ Dari sabang sampai merauke, berjajar pulau – pulau”. Yah...Begitulah negara tercinta, Indonesia. Indonesia termasuk negara kepulauan, karena terdiri dari beberapa pulau. Tidak hanya itu, Indonesia juga termasuk negara maritim. Hal tersebut dapat kita saksikan, bentangan laut biru disetiap ujung daratan pulau di Indonesia.Bahkan, laut Indonesia memiliki luas yang lebih besar dibanding daratannya.
Dengan luas laut yang begitu besar, Indonesia memiliki beranekaragam sumber daya laut. Dari lagu “nenek moyang ku seorang pelaut” saja telah menggambarkan bahwa Indonesia memang terlahir menjadi negara maritim. Negara yang memiliki panorama laut yang indah, juga hasil laut yang melimpah.Banyak diantara laut – laut indonesia yang menjadi tempat wisata karena keindahannya. Terumbu karang saling bersapa dengan ikan – ikan kecil disekelilingnya. Wisatawan asing maupun lokal pun tertarik untuk menyaksikan keindahan laut Indonesia. Begitu juga dengan saya. Salah satu taman laut yang menjadi objek wisata di Indonesia adalah taman laut Bunaken di Kaimantan. Memang saya juga belum pernah pergi mengunjunginya, tapi, hal yang saya tahu bahwa terumbu karang di laut ini telah menurun. Banyak diantaranya yang mati. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Termasuk juga ulah sekelompok orang jahil yang mungkin iri dengan keindahan yang di miliki karang karang laut itu. Tidak hanya itu, menurut saya kurangnya pemberdayaan terumbu karang di daerah tersebut juga berpengaruh.
Tidak hanya alamnya yang terusak, tapi juga hasil laut indonesia pun terauk besar – besaran oleh warga asing. Telah banyak orang yang membincangkan tentang persoalan satu ini. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah akan pembangunan dan pelestarian laut negeri. Saat ini, perhatian pemerintah masih tertuju pada daratan. Pembangunan daratan yang diidam - idamkan pemerintah pun membuat laut Indonesia menjadi terbengkalai.Hal itu juga yang menyababkan melemahnya penjagaan wilayah bersumber daya alam tinggi ini. Hasil laut Indonesia yang melimpah, tidak jarang di borong secara gratis oleh nelayan – nelayan asing. Kapal – kapal ilegal berlayar dengan leluasa di perairan NKRI. Dengan leluasa mereka mengibarkan layar kapal mereka. Seakan – akan laut Indonesia adalah laut dunia. Seperti yang telah saya katakan tadi, hal ini juga termasuk dampak dari kelalaian pemerintah akan keamanan laut Indonesia.
Hal tersebut diatas semakin diperkuat dengan sumber daya manusia Indonesia yang kurang mewarisi sejarah nenek moyangnya. Banyak orang – orang Indonesia yang belum menyadari keistimewaan laut kita ini. Sebagian besar orang Indonesia mementingkan daratan. Tidak sedikit pula diantara mereka yang beranggapan bahwa bekerja di daratan akan lebih menguntungkan dibanding berkecimpung di lautan bebas yang belum tentu hasilnya.Bahkan kehidupan para nelayan Indonesia pun seperti lautnya. Kehidupan dari gedung gedung berasap itu pun tak pernah memperhatikan teriakan makhluk mungil dari hamparan biru tiap pulau.Tidak puas dengan perlakuan emas dari pemerintah, perusahaan perusahaan industri di Indonesia, dengan tega menyakiti kehidupan bawah laut dengan membuang limbah ke sungai yang akhirnya akan bermuara di laut tercinta.Banyak ikan – ikan Indonesia yang mengapung di permukaan karena air yang tercemar. Mungkin, jika laut Indonesia bisa berbicara, hal pertama yang akan dikatakan adalah, “AKU BOSAN”. Bagaimana tidak, mereka bagaikan anak tiri negara, hanya sebagai pelampiasan negara yang kurang bertanggung jawab. Apakah tidak pernah terfikir oleh pemerintah bahwa anak tiri negara ini akan bisa mengubah nasib Indonesia ? Bahwa anak tiri negara ini bisa menaikkan pendapatan negara, jika dimanfaatkan secara total.
Hal tersebut diatas telah mewakili berbagai alasan untuk melestarikan laut Indonesia. Dengan berbagai fakta diatas, saya berfikir, apakah indonesia telah menjadi negara maritim yang bijaksana? Dengan lautan – lautan menangis di bawah senyuman daratan, dan penganak tirian dari negara? Saya berharap, dengan alasan yang tidak banyak ini, akan memunculkan pemikiran baru negara untuk melestarikan laut Indonesia sebagai Sumber Daya Alam yang patut dijunjung dan dilestarikan.
Hei friends kamu tau tentang "cinta" ????? Kadang cinta itu emang buat kita bingung, tapi walaupun begitu, aku juga bingung kenapa kalox orang2 udah pada tau cinta itu nyaktin kenapa pada main "cinta" ???? Jawabnya kamu bisa cari disini. simak deh......... : 1. Untuk teman curhat, 2. penyemangat 3. Gandengan jalan2 4. biuar gak dibilang kuper 5. Mengikuti perkembangan jaman Tapi buat kamu2 yang suka mainin cinta, coba percaya pada " satu pasanganmu" guna mencegah "Sakit Hati".
Nie foto temen gua, si kurosaki.
Keren thoooo!!!!! ya iyalah namanya aja orang keren. Mana keren, jago main pedang lagi. Selain itu, udah banyak looo ..... holow yang dibasmi...!!! Itu semua juga berkat gua, "Rukia kuchiki"!!!
Pengen tau profil cowok imi????
nie dia profilnya :
Nama : Icigo Kurosaki
Bisa dipanggil : icigo atau kurosaki ( asal bukan ciki2 aja)
Nama jurus andalan : jurus pedang zangetsu