UA-64251474-1

Kamis, 22 Juli 2010

Jangan ada


Kini senja tertutup awan hitam
Ia tak berdaya ketika bulan bersenyum
Dia tak pernah temani hari
Dulu senja tak lupa akan hari
Selalu membuat indah kala hari membiru
Tapi kini hari kan selalu biru
Karna senja yang tlah pergi
Kembali tak kenal hari
Seakan tak pernah jumpa
Senja seraya tak menyapa
Tak terbayang olehku
Keadaan hari tanpa senja
Tuhan... jika senja takkan temani hari lagi
Dan jika dia bukan yang terbaik,
Biarkan ia jadi yang terakhir
Yang kan temani hari dalam kebiruan

Do’a ku


Ku tersenyum untukmu
Ku berubah karnamu
Ku menangispun karenamu
Apa sebenarnya arti butiran putih ini?
Yang awali hitamku
Kecewa, dan tak ingin percaya
Ku berharap padamu tuhan...
Dia yang buat ku tersenyum
Dia yang buatku mendung
Kan ingat aku
Tapi tuhan...
Jika ia kan pergi...
Biarlah ia pergi dari benakku
Jangan pernah lagi usapkan kasihnya untukku
Hapuskan semua tentangnya
Biarkan ia jadi yang terakhir dalam nafasku
Ku tak ingin ini kan tumbuh lagi
Ku tak ingin kecewa lagi
Walau hanya dalam persahabatan senja

Dia


Tak sempat ku tata ruang hati ini,
rindu, kecewa,bahagia bercampur tak berarti,
Tak jumpai senyum indah ,
Hati ku kacau, gudah gulana...
Mungkinkah ia segundah aku ?
Aku tak yakin ia rasa bersalah padaku,
Ia yang buatku biru,
Inginkah ia buatku gemerap kembali ?
Kurasa...
Ia tak pernah ingat aku
Ia tak pernah butuhkan ku
Ia tak pernah perdulikan ku
Mungkinkah ia lupakan ku ?
Atau hanya sekedar lupa untuk mengingatku ?
Bahwa aku ingin ia ingat selalu
Tentang canda dan duka yang berlalu.

Senin, 19 Juli 2010

Cinta dalam hati


Bunga mekar mewangi dalam hati
Rasa rindu menyapa dada
Sungguh tak ku mengerti
Apa gerangan yang terjadi?
Tatapannya...
Bahkan, senyumannya...
Seolah pedulikanku
Tapi... ternyata
Itu hanya harapan semu
Selama ini...
Aku simpan sendiri rasa ini
Kusimpan sendiri kata ini
Dalam...dalam....
Sendiri didalam hati...

Apa arti sahabat?


Bulan kan ceria karnamu
Matahari cerah bersinar kilau harimu
Cinta abadi tulus selamanya
Kasih sayang tetap sandang persahabatan
Salju putih mengukir persahabatan
Ku bongkarb kamus hati
Hanya tuk cari apa itu sahabat?
Pisah jarak dan waktu
Tak ukir pisah dihatiku
Ku kenang kau selalu
Dalam nadi suci darahku

Aku tak percaya


Fikirku terus berputar, Berporos jiwa suci
Ku terpukul, ku kecewa!
Dia yang buatku hancur...
Dalam dunia maupun jiwa
Ternyata
Beginikah dirinya sebenarnya...
Titk hitam itu telah menyapa hatiku
Tak ku sangka
Kaulah yang terburuk...
Tak rela banggakannya lagi...
Ku ingin dia pergi...
Dan takkan ada lagi
Jiwa hitam yang tampak putih...yang kan singgahi hatiku
Selain dia.... sebagai senja dalam hidup
Karna ku tak percaya
Senja kan temani hari selamanya

75 yang jauh

Lonceng perjuangan telah berdering nyaring
Berjuang demi 2 angka yang ku dambakan
Ku buka kertas kertas bermakna indah
Keindahan yang lahirkan kepedihan
Tampak dalam goresan usaha ku
2 anka dambaan tak tersirat dalam kertas indah ini
Kecewa saat melihatnya...
Selama ini tiada bosan ku tuk lewati 2 angka itu
Meski telah ku congkel isi otakku...
Tapi tetap saja,
Kau 2 angka yang sulit kuraih..
Tapi semangat masih berkobar
Dan ku yakin....
Kau kan ku genggam nanti...!

Jumat, 16 Juli 2010

Kita Peduli Indonesia Negara Maritim

 
-->
“ Dari sabang sampai merauke, berjajar pulau – pulau”. Yah...Begitulah negara tercinta, Indonesia. Indonesia termasuk negara kepulauan, karena terdiri dari beberapa pulau. Tidak hanya itu, Indonesia juga termasuk negara maritim. Hal tersebut dapat kita saksikan, bentangan laut biru disetiap ujung daratan pulau di Indonesia.Bahkan, laut Indonesia memiliki luas yang lebih besar dibanding daratannya.
Dengan luas laut yang begitu besar, Indonesia memiliki beranekaragam sumber daya laut. Dari lagu “nenek moyang ku seorang pelaut” saja telah menggambarkan bahwa Indonesia memang terlahir menjadi negara maritim. Negara yang memiliki panorama laut yang indah, juga hasil laut yang melimpah.Banyak diantara laut – laut indonesia yang menjadi tempat wisata karena keindahannya. Terumbu karang saling bersapa dengan ikan – ikan kecil disekelilingnya. Wisatawan asing maupun lokal pun tertarik untuk menyaksikan keindahan laut Indonesia. Begitu juga dengan saya. Salah satu taman laut yang menjadi objek wisata di Indonesia adalah taman laut Bunaken di Kaimantan. Memang saya juga belum pernah pergi mengunjunginya, tapi, hal yang saya tahu bahwa terumbu karang di laut ini telah menurun. Banyak diantaranya yang mati. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Termasuk juga ulah sekelompok orang jahil yang mungkin iri dengan keindahan yang di miliki karang karang laut itu. Tidak hanya itu, menurut saya kurangnya pemberdayaan terumbu karang di daerah tersebut juga berpengaruh.
Tidak hanya alamnya yang terusak, tapi juga hasil laut indonesia pun terauk besar – besaran oleh warga asing. Telah banyak orang yang membincangkan tentang persoalan satu ini. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah akan pembangunan dan pelestarian laut negeri. Saat ini, perhatian pemerintah masih tertuju pada daratan. Pembangunan daratan yang diidam - idamkan pemerintah pun membuat laut Indonesia menjadi terbengkalai.Hal itu juga yang menyababkan melemahnya penjagaan wilayah bersumber daya alam tinggi ini. Hasil laut Indonesia yang melimpah, tidak jarang di borong secara gratis oleh nelayan – nelayan asing. Kapal – kapal ilegal berlayar dengan leluasa di perairan NKRI. Dengan leluasa mereka mengibarkan layar kapal mereka. Seakan – akan laut Indonesia adalah laut dunia. Seperti yang telah saya katakan tadi, hal ini juga termasuk dampak dari kelalaian pemerintah akan keamanan laut Indonesia.
Hal tersebut diatas semakin diperkuat dengan sumber daya manusia Indonesia yang kurang mewarisi sejarah nenek moyangnya. Banyak orang – orang Indonesia yang belum menyadari keistimewaan laut kita ini. Sebagian besar orang Indonesia mementingkan daratan. Tidak sedikit pula diantara mereka yang beranggapan bahwa bekerja di daratan akan lebih menguntungkan dibanding berkecimpung di lautan bebas yang belum tentu hasilnya.Bahkan kehidupan para nelayan Indonesia pun seperti lautnya. Kehidupan dari gedung gedung berasap itu pun tak pernah memperhatikan teriakan makhluk mungil dari hamparan biru tiap pulau.Tidak puas dengan perlakuan emas dari pemerintah, perusahaan perusahaan industri di Indonesia, dengan tega menyakiti kehidupan bawah laut dengan membuang limbah ke sungai yang akhirnya akan bermuara di laut tercinta.Banyak ikan – ikan Indonesia yang mengapung di permukaan karena air yang tercemar. Mungkin, jika laut Indonesia bisa berbicara, hal pertama yang akan dikatakan adalah, “AKU BOSAN”. Bagaimana tidak, mereka bagaikan anak tiri negara, hanya sebagai pelampiasan negara yang kurang bertanggung jawab. Apakah tidak pernah terfikir oleh pemerintah bahwa anak tiri negara ini akan bisa mengubah nasib Indonesia ? Bahwa anak tiri negara ini bisa menaikkan pendapatan negara, jika dimanfaatkan secara total.
Hal tersebut diatas telah mewakili berbagai alasan untuk melestarikan laut Indonesia. Dengan berbagai fakta diatas, saya berfikir, apakah indonesia telah menjadi negara maritim yang bijaksana? Dengan lautan – lautan menangis di bawah senyuman daratan, dan penganak tirian dari negara? Saya berharap, dengan alasan yang tidak banyak ini, akan memunculkan pemikiran baru negara untuk melestarikan laut Indonesia sebagai Sumber Daya Alam yang patut dijunjung dan dilestarikan.

Senin, 12 Juli 2010

untuk mu yang berubah

kamu tau siapa aku..
kamu tau semua tentang aku..
bahkan kamu tau,
siapa orang di hatiku..
tapi kamu tak tau siapa dirimu untukku..
kini siapa aku..?
kamu .. tak lagi kenal aku..
aku sebenarnya kecewa..
tapi apa daya..
kamu sudah jadi bulan,,
dan tak kan pernah kembali menjadi senja ...

for de rujum (my love teacher)

bahagia terkasih selimuti hari,
hari penuh air mata tanpa duka,
rindu lama, terkenang bumi,
meski bagai mimpi,
de rujum tetap berarti,

lambaian tangan mu,
anggukan mu,
senyum mu,
perhatyan mu,
dan pesan mu, terkenang slamanya,

de rujum,
kami kan ingat, kedisiplinan dan belajar terus,
kan bawa kami seperti mu,
we love you de rujum, . . .